Ngobrol Asyik Bersama Kak Nuno dan BCA

Food? Foodies? Food Enthusiast? Kira-kira apa dalam benak kita kalau mendengar kata-kata itu? Food, sudah pasti yang berhubungan dengan makanan. Kalau “Foodies”, masih tentang makanan juga tetapi merujuk kepada orangnya atau orang yang interest/berminat kepada hal-hal yang berbau makanan. Kalau “Food Enthusiast” ? Food enthusiast bisa disebut sebagai penggemar makanan.

Berbicara tentang “Food Enthusiast”, sudah tidak salah lagi kalau dalam event #NgobrolBloggerSMG mengundang salah satu food blogger keren Nuno Orange untuk sharing tentang kegemarannya itu.

Mas Nuno sedang sharing tentang Food Enthusiast

Di event yang didukung oleh BCA dan B Blog ini, mas Nuno berbagi cerita tentang makanan. Dari makanan bisa menjadi tulisan yang tertuang dalam blognya dan tentu saja menghasilkan foto-foto yang menggugah selera dalam galeri instagramnya. “Food Enthusiast”
adalah sebutan bagi orang yang suka mencoba makanan baru, mendatangi tempat makan seru, dan suka menggungah hasil buruannya di media sosial yang dimiliki. Pemilik hashtag #MakanGendutGaMakanLemes ini menjelaskan bahwa menjadi seorang “food enthusiast” itu menguntungkan, karena sering dicari. Mengapa dicari? Dicari disini bukan “wanted” karena suatu masalah lho....tetapi dicari karena bisa menjadi agen promosi bagi suatu resto, tukang icip-icip, penikmat makanan dan juga melakukan hobi yang dibayar. Siapa yang tidak mau tuh....melakukan hal-hal yang disukai lalu dibayar. Hmmmm pasti menyenangkan bukan? Hal lain yang menguntungkan adalah :
  • Mengeluarkan modal yang tidak harus mahal. Karena makanan yang kita review tidak harus dari resto yang mahal bisa dari warung biasa atau dari makanan yang kita masak sendiri.
  • Cari temen tanggung renteng. Bergabung dengan komunitas kuliner atau penggemar makanan menjadi keuntungan tersendiri karena kita bisa mendapatkan informasi tentang apa saja yang berhubungan dengan makanan.
  • Pesan berbagai jenis makanan, makin banyak foto, makin lengkaplah portofolio kita.
Beberapa tips dari Mas Nuno sebagai seorang “Food Enthusiast” atau bagi yang ingin menjadi “Food Enthusiast” :
  1. Belajar hal-hal teknis tentang makanan, ini sangat penting bagi “food enthusiast” karena kita jadi tahu bagaimana makanan itu diolah kemudian disajikan. Tidak cukup hanya tahu ketika sudah disajikan.
  2. Berusaha untuk obyektif dan jujur tentang makanan
  3. Kemampuan fotografi. Hal ini sangat perlu bagi seorang “food enthusiast” agar kita dapat mendapatkan hasil foto yang bagus menurut kita. Memotret makanan sebaiknya dilakukan sebelum makanan tersebut kita makan.
  4. Berinteraksilah dengan follower kita melalui media sosial, karena hal tersebut dapat menjadi masukan ataupun kritikan kepada kita.
  5. Tips yang terakhir adalah “Mangan lemu, ora mangan ora kuru-kuru, mending mangan”, seperti bukan tips ini ya....tapi menurut saya adalah pernyataan dari lubuk hati yang paling dalam dari mas Nuno, kalau dalam bahasa Indonesia, Makan gemuk, tidak makan tidak kurus-kurus, lebih baik makan....hehehe...
Pernyataan tadi menjadi akhir sharing kita bersama mas Nuno. Sharing selanjutnya akan disampaikan oleh Mas Amin Laurent dari Divisi Pengembangan Dana dan Jasa BCA.


Mas Amin Laurent dari Divisi Pengembangan Dana dan Jasa BCA.

Mas Amin mengenalkan tentang inovasi baru dari BCA yaitu “SAKUKU”. Sakuku adalah dompet elektronik yang dapat digunakan untuk pembayaran belanja, isi pulsa, dan transaksi perbankan lainnya. Dengan Sakuku nasabah bisa memiliki uang elektronik dengan menggunakan nomor telepon selular sebagai nomor pengenalnya. Sakuku launching pada bulan Oktober 2015. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan saat menggunakan Sakuku. Memiliki Sakuku juga cukup mudah, tinggal mengunduh aplikasi “SAKUKU” di application store melalui Play Store bagi pengguna telepon selular Android maupun App Store bagi pemilik iPhone. Di Sakuku ini juga tidak ada biaya administrasi yang dikenakan tiap bulannya, wahhh asyik kan?

Dari fitur Sakuku ini kita dapat cek saldo, melihat transaksi yang telah kita lakukan, membayar belanja kita di toko fisik maupun online yang telah bekerjasama dengan Sakuku

Kegunakan lainnya bisa isi pulsa sendiri, isi pulsa teman bahkan minta isi pulsa teman Sakuku. Selain itu juga bisa melihat kontak siapa saja teman kita yang menggunakan aplikasi Sakuku. Dalam fitur Sakuku juga ada menu setting yang bisa kita gunakan untuk mengubah profil Sakuku, cover picture, PIN, mengaktifkan fitur permintaan, melihat info Sakuku dan melakukan aktivasi Sakuku Plus.

Sakuku Plus adalah menu tambahan bila kita mengaktivasikannya yaitu seperti transfer uang atau meminta transfer uang dari teman pengguna Sakuku dengan minimal transfer Rp. 5.000,00. Dengan Sakuku Plus ini kita juga dapat “Split Bill” atau membagi tagihan/membayar apa saja dengan dibagi rata kepada teman-teman yang telah menggunakan aplikasi Sakuku Plus. Berbagi tagihan ini dibatasi maksimal 9 orang teman.

Satu lagi keuntungan pengguna Sakuku Plus yaitu dapat mengambil uang tanpa menggunakan kartu di ATM BCA berlogo Tarik Tunai Sakuku. Tarik tunai yang bisa kita lakukan adalah kelipatan Rp. 50.000,00 dengan maksimal penarikan Rp. 1.250.000,00 per transaksi. Cukup menarik bukan.


Dengan Sakuku, bikin hangout makin all out.

Komentar

  1. Poin no 3 itu kekurangan aku. kayak gak bakat kalo disuruh foto makanan. pasti ya gitu-gitu aja hasilnya.. hehehe

    Keren ih bisa ikutan ngumpul bareng blogge gitu. Mupeng.. ^^

    www.theamazingjasmi.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matur Sembah Nuwun Gusti

Berburu Sunrise Di Lereng Gunung Ungaran

Kofinary Espresso Bar, Tidak Sekedar Ngopi