Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

Seribu Langkah dari Pusat Kota Wonosobo #3

Gambar
Dear Blogger,


Ini kelanjutan ceritanya yaaa.... 
Saat mengobrol usai memberikan materi, Bapak Muchlas berbagi cerita kepada saya dan Laras. Ada satu murid di sekolah tersebut yang sering dibully. Hmmm sudah semakin mengerikankan tingkat pembulian (kata ini sudah diserap kedalam bahasa Indonesia belum ya...) diantara anak-anak SMP? Singkatnya anak tersebut tidak masuk sekolah dalam beberapa hari. Kemudian Bapak Kepala Sekolah mendatangi rumah orang tua murid. Dengan bantuan tetangga dari orang tua murid tersebut, Pak Muchlas, demikian sapaan hangat kepala sekolah SMP PGRI menemukan rumah yang dimaksud. Masuk ke sebuah jalan setapak yang tidak bisa dilalui motor. Motor hanya bisa sampai ujung jalan. Rumah berlantai 2 berukuran 3x4 hanya berdinding kardus dan plastik bekas.

Seribu Langkah dari Pusat Kota Wonosobo #2

Gambar
Dear Blogger,


Kali ini cerita saya masih berkaitan dengan kegiatan #WonosoboSekolah. Seperti tulisan sebelumnya kalau saya ditempatkan di SMP PGRI Wonosobo. Dari rumah saya menuju SMP dapat ditempuh dengan menggunakan angkota/angkutan kota. Hanya sekitar 10-15 menit saja. Jam 08 kurang saya sudah berangkat. Di jalan saya menerima sms dari Laras (partner saya nanti), kalau dia sudah sampai di lokasi. Tak lama kemudian saya juga sampai di lokasi.

Seribu Langkah dari Pusat Kota Wonosobo #1

Gambar
Dear Blogger,


Masih cerita tentang #WonosoboSekolah. Kali ini cerita tentang sekolah dimana saya ditempatkan. Iya betul di SMP PGRI Wonosobo. Melalui sms sehari sebelum pelaksanaan, Najmustaqib Akhda (koordinator kegiatan) memberitahukan kalau saya ditempatkan di SMP PGRI Wonosobo. Memang sih saya menghendaki untuk ditempatkan yang tidak terlalu jauh, karena posisi saat itu saya masih di Semarang dan baru besok pagi berangkat ke Wonosobo. Hanya nama jalan tanpa keterangan apapun, maksudnya ancer-ancernya sebelah mana begitu.

Berbagi Bersama Gerakan #WonosoboSekolah

Gambar
Dear Blogger,

“Secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab negara, tetapi secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik,” (Anies Baswedan)

Quote yang sederhana dari Pak Anies Baswedan yang sekarang menjadi Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, sepertinya quote tersebut amatlah mudah tetapi ternyata susah untuk dilaksanakan. Karena setiap kita yang terdidik belum tentu bisa melaksanakan.
Yang menjadi pertanyaan, terus apa yang bisa kita lakukan sebagai bukti tanggung jawab orang terdidik dalam hal kependidikan. Hmmmm susah juga kan ya….? Iya susah, apalagi saya yang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.
Kemarin Sabtu, 31 Jan 2015, saya mendapat kesempatan untuk menjadi relawan #WonosoboSekolah, sebuah gerakan yang dimotori oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada di Wonosobo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Wonosobo. Apa itu #WonosoboSekolah, untuk lebih jelasnya bisa berkunjung ke Blog Wonosobo Sekolah atau melalui facebook Wonosobo Sekola…