Wow mau banget....(CENAT-CENUT REPORTER Jadi Give Away)

   Baca postingan jeung Wuri di grup facebook Ibu-Ibu Doyan Nulis Semarang tentang give away buku "Cenat-Cenut Reporter" jadi tertarik nih.....ehhh siapa tau bukunya bisa menjadi milik saya, hehehehe.....
Pengumumannya juga bisa dibaca di blog Wuri wurinugraeni.wordpress.com/2013/04/05/giveaway-buku-cenat-cenut-reporter/



    Reporter adalah salah satu jenis jabatan kewartawanan yang bertugas melakukan peliputan berita (news gathering) di lapangan dan melaporkannya kepada publik, baik dalam bentuk tulisan untuk media cetak atau dalam situs berita di internet, atau pun secara lisan, bila laporannya disampaikan melalui media elektronik radio atau televisi. Hasil kerja reporter, baik merupakan naskah tulisan ataupun lisan, umumnya harus melalui penyuntingan redaktur atau produser berita sebelum bisa disiarkan kepada publik
Istilah reporter sering disalahartikan dengan wartawan dan jurnalis. Wartawan adalah sejenis jurnalis yang mengadakan riset dan menampilkan informasi dalam jenis media massa tertentu.(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Reporter ).


    Cerita tentang reporter, saya jadi ingat pada saat saya masih bekerja di suatu agensi bank pemerintah dan berkantor di sebuah gedung megah di kawasan Simpang Lima Semarang. Siang itu seusai makan siang, karena pekerjaan saya sebagai Tele Marketing, saya akan menelepon seorang nasabah atau calon nasabah bank. Saya jarang menggunakan telepon yang saat itu akan saya pakai, karena saya biasa duduk ditempat lain. Baru saja saya duduk dan akan menelpon, tiba-tiba telepon berbunyi dan itu tidak biasa, karena telephon yang biasa kami gunakan untuk menelepon tidak pernah ada telephon masuk. Hari itu aneh. Dering telephon beberapa kali saya angkat, setelah mengucapkan salam khas dari kantor saya, diseberang terdengar suara seorang laki-laki "BOM" hanya suara seperti itu yang saya dengar. Saya sempat tanya "maaf dari siapa", hanya diam tak ada jawaban. Saya kaget, telephon segera saya tutup dan secara spontan saya dengan suara keras memberi informasi mengenai telephon tadi kepada teman-teman yang ada di dalam kantor. Kemudian office boy kantor saya memberi tahu kepada petugas Satpam yang kebetulan sedang lewat di depan ruangan kantor kami. 
     Tak berapa lama ada pengumuman dari pengelola gedung bahwa semua karyawan yang berkantor di gedung tersebut dari lantai dasar sampai lantai sembilan agar keluar dari gedung tersebut dan diharapkan melalui tangga darurat, bila lift masih menyala bisa melalui lift. Saya dan teman-teman yang berkantor di lantai 7 bergegas siap-siap untuk turun. 
    Begitu akan keluar ruangan masuk Bapak Satpam dan seorang Polisi ke ruangan kantor saya dan memberikan beberapa pertanyaan kepada saya, siapa yang menelepon, dari mana dan pesannya apa. Saya jelaskan kalau si penelepon adalah seorang laki-laki tanpa menyebutkan identitas dan hanya berkata "BOM" dan petugas Satpam lalu memberitahu kepada saya, bila nanti atau suatu saat menerima telephon yang bernada ancaman atau seperti ancaman hendaknya telephon jangan di tutup terlebih dahulu, biarkan gagang telephon dalam keadaan terbuka agar memudahkan pelacakan dari mana sipenelepon tersebut.
    Setelah itu, kami bergegas turun. Di luar kantor petugas Kepolisian dari gegana anti tetor sudah berada di luar gedung siap-siap untuk menyisir setiap ruangan dalam gedung tersebut.
Lhoh apa hubungannya dengan reporter....? Sebentar ya.....
   Sekitar hampir 45 menit menyisir seluruh ruangan dan petugas Kepolisian tidak menemukan bom ataupun benda berbahaya di setiap ruangan, kami para karyawan yang ada di gegung tersebut diperbolehkan masuk kembali. Dan di lantai 1 atau di lobby masuk gedung tersebut sudah menunggu 2 orang reporter dari sebuah surat kabar yang bisa dibilang kecil tapi mungkin oplahnya besar ya....karena saya tidak tahu pasti dan jarang sekali membaca surat kabar itu, dan pastinya surat kabar tersebut terbit di Semarang. Diwawancarailah saya dengan 2 reporter tersebut.
    Keesokan harinya hasil wawancara tersebut dimuat di surat kabar lokal itu dan sesuai dengan hasil wawancara saya dengan reporter tersebut. Tapi saya lupa mengklipingnya,,,,,karena hanya membaca dari surat kabar pinjaman,,,,,hahahaha.....
   Dan pada hari yang sama sebuah surat kabar terbesar di Jawa Tengah juga memuat berita yang sama. Lhoh kok bisa ya....?
Seingat saya yang wawancara saya hanya ada 2 reporter dari satu surat kabar lokal eh ternyata di muat juga di harian lain yang lebih besar. 
    Saya sempat mikir juga.....oooh begini ya....pekerjaan seorang reporter kalau tidak sempat mewawancarai nara sumber langsung bisa saja hanya dengan menyontek teman reporter dari surat kabar lain.....*tepok jidat*
Tapi saya juga berpikir baik tentang mereka, oh mungkin 2 reporter yang mewawancarai saya kemarin itu bekerja juga untuk harian besar tersebut.
Hmmmm tapi entahlah......
     Itulah sekilas cerita tentang pengalaman saya diwawancari reporter.

Semarang, 28 April 2013,

Warm Regards,
inung

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matur Sembah Nuwun Gusti

Berburu Sunrise Di Lereng Gunung Ungaran

Kofinary Espresso Bar, Tidak Sekedar Ngopi