Mengenal Lebih Dekat Kawasan Kota Lama Semarang melalui acara "Keep Semarang Heritage"

Dear blogger.....,

     Hari Minggu, 9 Juni 2013 kemarin saya mendapat kesempatan untuk ikut acara yang diadakan oleh komunitas blogger Semarang yaitu Loenpia yang didukung oleh provider telepon selular Telkomsel (ehhh  boleh sebut merk kan...? siapa tahu dapat pulsa gratisss....atau free tagihan hehehehe....#eehhh lagi). Acara ini bertajuk Keep Semarang Heritage. Keren yah temanya....hmmm siapa lagi yang peduli kalau bukan kita anak muda...cieee masih muda nih yeee.... Eh bener lhoh banyak yang masih muda, kalau saya tetap berjiwa muda....(cieee narsis).

     Mungkin banyak dari kita yang orang Semarang atau dari daerah lain yang belum tahu tempat-tempat yang menjadi cagar budaya. Pada kesempatan inilah Loenpia memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mengenal tempat-tempat terutama di kawasan kota lama Semarang yang menjadi cagar budaya yang harus dilindungi.


     Mengambil tempat di salah satu gedung pertemuan tua yaitu Gedung Marabunta atau gedung Stadschouwburg (dalam ejaan Belanda tulisan yang benar Stadsschouwburg yang berarti teater atau gedung pertunjukan) yang terletak di Jalan Cendrawasih No. 23 Semarang.


     Dulu gedung tersebut digunakan untuk seni pertunjukan. Sekarang gedung tersebut disewakan untuk acara pernikahan atau acara-acara umum lainnya, dan sebenarnya gedung yang dipakai saat ini adalah replika dari gedung lama yang ada disisi sebelah kanan gedung baru, yang sekarang sudah penuh dengan perdu. Yang unik dari gedung tersebut adalah adanya dua patung semut di atas gedung. 

 Sumber foto pinjam dari sini

Kalau kita sudah masuk dan melihat atapnya, perhatikan bentuk atapnya seperti kapal yang terbalik.

Dari foto di atas tidak terlihat seperti kapal terbalik ya....
xixixixi karena tidak bisa mengambil keseluruhan sih.....

Disisi kanan dari pintu masuk kita dapat melihat sebuah bar yang unik juga, bentuk barnya seperti kapal :


     Sisa-sisa peninggalan Eropa sangat nampak dalam gedung tersebut, jendela-jendela besar dengan lukisan mozaik kaca juga menjadi ciri khas.
Penasaran ingin melihat gedung tersebut....jalan-jalan saja ke kawasan kota lama Semarang, hehehe....Saya juga tidak merasa rugi ikut acara ini, karena bisa mengenal lebih dekat kawasan kota lama Semarang.

     Dalam acara ini, panitia mengundang Bapak Sukawi dari Arsitektur Undip untuk memberikan presentasi mengenai bangunan-bangunan lama di Semarang juga sedikit sejarah kota Semarang (jaman dulu nulisnya Semarangh).

 Sumber foto dari sini

Peserta malah asik pada main gadget masing-masing nih....tidak memperhatikan pembicara....:D

Foto pinjam dari sini

     Selain beberapa bangunan kuno yang dijelaskan oleh Bapak Sukawi, seperti Gedung Marabunta yang dipakai saat ini, juga gedung-gedung di sekitar kota lama, ada gedung Marba yang merupakan singkatan dari Martha Badjunet, yang merupakan pedagang kaya dari Yaman pada masa itu.

Sumber Foto pinjam dari Seputar Semarang dot com

     Berbicara mengenai Semarang tak pernah lepas dengan masalah yang dihadapi yaitu rob atau air laut pasang yang semakin hari semakin mengerikan saja. Bila Anda melintas Jalan Ronggowarsito akan terlihat genangan-genangan air, bahkan ada yang telah menutupi hampir setengah bekas sebuah gedung perkantoran. Dicatat bahwa tiap tahun kondisi tanah di Semarang Utara mangalami penurunan sampai 8cm tiap tahunnya. Mengerikan ya...
Untuk mengatasi rob dan banjir, Belanda pada jaman dahulu sudah membuat Banjir Kanal Barat dan Timur, tetapi sekarang Banjir Kanal Barat dan Timur pun sudah tidak bisa menampung debit air dan polder di depan Stasiun Tawang pun sudah tidak begitu membantu. Pemerintah kota Semarang maupun propinsi sepertinya juga belum bisa mengatasi rob yang melanda setiap saat. Sedimentasi di sungai Banjir Kanal Barat dan Timur yang tinggi juga menjadi penyebab banjir di kota Semarang.

    Setelah Bapak Sukawi selesai berpresentasi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan acara dilanjutkan dengan jalan-jalan menyusuri kawasan kota lama.
Route jalan-jalannya sebagai berikut:

    Dari Gedung Marabunta peserta berjalan menuju Taman Srigunting. Di Taman Srigunting yang merupakan pos pertama dari jelajah kota lama peserta diberi clue yang menjadi jawaban untuk kuis twitpic atau kuis foto yang dikirim melalui akun twitter.
Antusias peserta terlihat disini:

 Foto pinjam dari sini

Taman Srigunting merupakan trandmark kota lama yang di bangun pada jaman Belanda yang merupakan Parade Plain atau panggung parade. Disamping Taman Srigunting yang terletak di Jalan Suprapto berdiri Gereja Blenduk.

Sumber foto dari sini
    Gereja Blenduk adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah, dibangun oleh masyarakat Belanda pada tahun 1753. (Sumber : Wikipedia ). Di sekitar gereja tersebut juga terdapat beberapa bangunan kuno peninggalan Belanda. Sayang panitia kurang menjelaskan, jadi kami yang tidak tahu hanya jalan-jalan saja dan mencari tahu sendiri....:D

     Dari Gereja Blenduk kami menuju pos 2 di Taman Garuda. Ketika menuju Taman Garuda ini juga terdapat bangunan-bangunan kuno seperti gudang dengan pintu dan jendela yang besar.

 Ni teman saya berpose di salah satu jendela gedung tua.

Sampai di Taman Garuda kami diberi games seru, yaitu treasure hunt. Peserta yang mendapatkan gambar logo acara atau logo sponsor akan mendapatkan hadiah. 



     Ini nih peserta yang paling semangat, bagaimana tidak semangat datang ke pos rada-rada telat karena asik berphoto ria dan sesampainya di lokasi sepertinya 10 logo tersebut sudah ditemukan oleh peserta lainnya tetapi panitia tetap melanjutkan acara hunting biar yang belum menemukan penasaran, termasuk saya....#eeaaa
Foto boleh pinjam dari sini
 

    Setelah dirasa cukup panitia mengerjai kita, perjalanan di lanjutkan ke pos 3 yang merupakan jawaban atas pertanyaan di pos 1 tadi. Jawaban kuisnya melalui twitpic adalah Polder Tawang.

Foto pinjam dari pemenang twitpic



Foto di atas merupakan foto pemenang di twitpic. Polder Tawang merupakan sistem untuk memproteksi air limpahan dari luar dam. Kolam retensi ini sepertinya tidak termanfaatkan secara baik, karena disekelilingnya seperti tidak terurus bahkan sampah pun masih di jumpai di dalam kolan tersebut. 

     Di pos 3 ini kami diberikan games lagi dengan clue "sebuah ruang terbuka dengan empat lampu setinggi 4 meter yang menjadi pusat ruang tersebut". Jawaban sudah pasti Taman Srigunting atau pos 1 tadi.
Tidak lupa kami pose disini :


     Dari Polder Tawang peserta kembali ke gedung Marabunta. Krucuk-krucuk di perut sudah melanda....#eehhh
Istirahat sebentar sambil menikmati snack dari panitia. Terima kasih ya....padahal kita sudah lapar dari tadi lhoh....(eh ada yang twit kelaparan lhoh.....). Acara dilanjutkan dengan bagi2 souvenir untuk para pemenang games dan doorprize.

     Selesai sudah rangkaian acara Keep Semarang Heritage kali ini, tidak lupa peserta foto bersama dengan panitia.

Saya dan teman-teman dari IIDN Semarang juga tak lupa untuk berpose bersama :


    Terima kasih Loenpia.....semoga tidak berhenti disini saja kegiatan Keep Semarang Heritage-nya, ada kelanjutannya lagi dengan mengunjungi tempat-tempat lain di Semarang yang masih banyak dan berbagi pengetahuan juga ilmu.

Terima kasih juga mini goodie bag yang diberikan kepada kami di pintu masuk tadi....:




Sampai ketemu di lain acara....




Semarang, 15 Juni 2013.

Warm Regards,
Inung 

Komentar

  1. Acaranya seru yaa, jadi mupeng...asik baca postinganmu say, udah ngalir :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya seruuu...
      Terima kasih mak Dew.....masih harus banyak belajar saya....hehehe...

      Hapus
  2. pengalaman pertamaku masuk di Marabunta :-) apik yo arsitekturnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama, aku juga baru pertama masuk... Iya bagus dalemnya, sayang hasil narsisku kurang bagus, jadi pingin kembali kesitu lagi....:D

      Hapus
  3. wohoooo... keren tenan tulisanmu Nung, kumplit tekan sakartis-artise barang. sungguh menyebalkan aku ndak dapat apa2 di treasure hunt wkwkwkkk.... ngono koq yo ndadak mboksebut barang to nuuuungggg *ethok2 isin :D

    Komplit bener ini tulisanmu Nung, aku sampe utang mau nulis utk Wuri belum takbuat-buat, lha udah datengnya telat, abis itu malah piknik keluarga sendiri pula hehehee....

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi asik kan jalan2nya.... kapan lagi bisa jalan kesitu kalau nggak disempat-sempatkan pasti nggak pernah sempat.....:D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matur Sembah Nuwun Gusti

Berburu Sunrise Di Lereng Gunung Ungaran

Kofinary Espresso Bar, Tidak Sekedar Ngopi